Category : Pengembangan Diri

8 posts

Halo, Agan dan Aganwati Semuanya. Selamat siang, sore, atau mungkin malam di lokasi masing-masing. Atau jangan-jangan malah sedang dini hari di lokasi Anda sekarang ini? Apapun waktu Anda sekarang ini, Selamat Datang. Terima kasih sudah mampir. Bagi Agan dan Aganwati yang sadar bahwa ucapan “Selamat Pagi” tidak saya sebutkan di salam sapa barusan, mohon maaf, …
Alkisah ada pertemuan akbar dalam sebuah stadion yang dilaksanakan berhari-hari, diikuti berbagai kalangan. Tujuannya? Doa bersama untuk minta hujan bagi negeri yang sudah kering kerontang ini.
Di manapun kita berada, entah itu di lingkungan kerja, sekolah, universitas, keluarga, ataupun di area publik, dapat dipastikan kita akan selalu berinteraksi dengan orang-orang dari beragam latar belakang, dengan beragam karakter atau watak, dan mempunyai temperamen yang berbeda satu sama lainnya. Dari interaksi dengan orang sekitar lingkungan kita, tentunya kita akan mengenali bahwa ada kekhasan …
Sebenarnya saya tidak tahu apakah seharusnya saya menulis artikel yang satu ini, … tapi sepertinya boleh juga untuk berbagi refleksi diri. Barangkali saja saat Anda membaca ini, Anda jadi turut mendapat pemahaman lebih mendalam tentang diri Anda sendiri, minat Anda, bahkan cara Anda menggali berbagai hal sepanjang hidup Anda, yang tentunya diharapkan akan bisa mendukung …
Sadar maupun tidak sadar, suka maupun tidak suka, dalam kehidupan ini selalu ada proses dan tahap pembelajaran. Dan selama kita masih hidup, kita akan selalu mempelajari sesuatu yang pernah kita jumpai dalam kehidupan ini. Bagi beberapa orang, mungkin tahap-tahap seperti itu tidak dianggap sebagai “tahap belajar”, barangkali karena mereka tidak sadar bahwa saat itu mereka …
Ada orang yang mengatakan begini: Cara dan sikap hidup seseorang sebenarnya merupakan cerminan dari seberapa besar penghargaannya terhadap segala sesuatu yang masih dimilikinya dalam hidup ini, termasuk penghargaannya terhadap dirinya sendiri. Kalau direnungkan kembali, benar juga kata-katanya. Contoh sederhana mungkin bisa dilihat dari kehidupan seorang siswa. Misalnya, siswa ini akan menempuh ujian yang akan menentukan …
Seseorang yang selalu berorientasi ke depan, tentunya tidak lepas dari introspeksi dan analisa terhadap berbagai aspek kehidupan ini, segala keputusan yang diambilnya, termasuk menganalisa dirinya sendiri. Kehidupan ini ibarat membangun rumah, tentunya perlu tahu di mana harus meletakkan landasannya yang kokoh, juga perlu menghitung kemampuan anggaran, kekuatan diri sendiri untuk menanggung semua ini, sampai bahan-bahan yang diperlukan, termasuk siapa yang akan mengerjakan pembangunan rumah itu dan seberapa lama waktu yang sebenarnya dibutuhkan sampai rumah itu pasti selesai didirikan. Ada yang mengajukan Analisis SWOT untuk analisa keputusan bisnis. Akan tetapi, bila direnungkan kembali, sebenarnya aspek lain dari kehidupan ini juga memerlukan perhitungan dan analisa matang yang serupa. Jadi Analisis SWOT sebenarnya juga dapat diterapkan untuk menganalisa diri sendiri dan progress diri. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan Anda? Pernah mencoba menganalisa diri sendiri dengan Analisis SWOT? Bagi para pengambil keputusan, singkatan ini tentunya tidak asing buat Anda. Berikut ini merupakan definisi Wikipedia tentang SWOT:
Mempunyai motivasi, semangat, antusiasme, perasaan berkobar-kobar, penuh vitalitas, energik, optimis, berapi-api dalam melakukan aktivitas dalam hidup sehari-hari, tentunya akan menyenangkan bagi yang menjalaninya, apalagi ketika target atau tujuan yang diincar akhirnya tercapai juga. Kepuasan yang dirasakan tentunya tidak terucapkan oleh kata-kata. Akan tetapi, ketika hal sebaliknya terjadi, ketika seseorang mengalami hambatan internal yang menundanya dalam menjalani aktivitasnya, bahkan sekalipun aktivitas itu merupakan yang disukainya, maka perasaan stress dan tidak menentu mulai bermunculan, apalagi jika sebelumnya orang itu sudah memasang target tertentu yang akhirnya terus tertunda, dan tertunda. Rencana dan rencana mungkin sudah banyak yang dibuat, tetapi pelaksanaan selalu tertunda dan tertunda. Pola seperti ini akan memicu stress dan pada akhirnya mengarahkan orang itu menuju rasa frustrasi, yang justru membuatnya menjadi semakin tidak bersemangat. Ini bisa terjadi karena mood dan jiwa seseorang tidak selamanya berada pada kondisi puncak. Akan ada saat-saat di mana seseorang mengalami penurunan semangat dan motivasi dalam melakukan aktivitasnya, kebanyakan karena mulai merasakan kelelahan akibat terkuras, kebosanan, atau hal-hal lainnya yang merupakan masalah dari dalam diri orang bersangkutan. Akhirnya reaksi orang itu menjadi melambat. Tentunya, hal ini harus segera diatasi supaya tidak berlarut-larut. Kelelahan bisa diatasi dengan istirahat. Kebosanan bisa diatasi dengan mengalihkan perhatian kepada sesuatu lainnya untuk penyegaran. Begitu pula masalah lainnya. Setelah masalah-masalah tadi teratasi, bagi kebanyakan orang masih mudah untuk kembali melanjutkan aktivitas dan mengejar targetnya. Namun ada satu biangkerok penghambat diri yang sebenarnya berbahaya, tetapi paling banyak diremehkan orang: kemalasan.
PAGE TOP