Category : Renungan

13 posts

Seorang pria terburu-buru memasuki rumah sakit. Rupanya dia adalah salah seorang dokter di sana yang bergegas datang setelah menerima panggilan telepon untuk operasi bedah darurat. Tanpa berbasa-basi dengan orang sekitarnya lagi, dia langsung masuk ke sebuah ruangan, berganti pakaian, lalu bergegas menuju ruang operasi. Sesampainya sang dokter di depan ruang operasi, ayah sang pasien langsung …
Alkisah ada pertemuan akbar dalam sebuah stadion yang dilaksanakan berhari-hari, diikuti berbagai kalangan. Tujuannya? Doa bersama untuk minta hujan bagi negeri yang sudah kering kerontang ini.
Mindset alias pola pikir, benar-benar harus diwaspadai, karena dari sanalah cikal-bakal segala pertimbangan yang akan menentukan sikap dan langkah hidup seseorang, … yang nantinya berujung pada apa yang disebut kalangan umum sebagai “Nasib”. Pesan yang sama, yang disampaikan kepada dua orang pada waktu yang bersamaan, bisa ditafsirkan secara bertolak belakang oleh masing-masing pihak, akibat mindset …
Dalam kehidupan ini …
Renungan aneh untuk direnungkan: :D • Janganlah engkau MENUNTUT ILMU, karena pada dasarnya ILMU itu tidak bersalah. • Janganlah pula engkau MENIMBA ILMU, karena di dalam sumur tidak ada ILMU.
Pernahkah Anda merasakan hal-hal seperti ini, atau mungkin ikut menyuarakannya di dalam batin Anda? Hidup ini terlalu datar … Jenuh … Bawaan malas banget. Terlalu monoton sih. Kehilangan minat. Hidup ini membosankan. Tidak ada hal yang baru. Lagi-lagi begitu. Habis ini mau ngapain ya? Gak ada kerjaan. Bingung. Kok hidup cuma gini-gini aja ya? Tidak …
Ada orang yang mengatakan begini: Cara dan sikap hidup seseorang sebenarnya merupakan cerminan dari seberapa besar penghargaannya terhadap segala sesuatu yang masih dimilikinya dalam hidup ini, termasuk penghargaannya terhadap dirinya sendiri. Kalau direnungkan kembali, benar juga kata-katanya. Contoh sederhana mungkin bisa dilihat dari kehidupan seorang siswa. Misalnya, siswa ini akan menempuh ujian yang akan menentukan …
Dalam beraktivitas setiap harinya, sadar atau tidak, pasti akan menghasilkan sampah yang merupakan sisa dari kegiatan sehari-hari kita. Coba saja tengok di rumah kita masing-masing, pernahkah tempat sampah di rumah kita kosong seharian penuh? Coba diingat-ingat kembali, tempat sampah itu akan selalu terisi dan kemudian isinya kita keluarkan lagi dari rumah kita, untuk diangkut lagi …
Ada kalimat terkenal “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.” sehingga sebagai orang tua, sebaiknya berhati-hati dalam hidup sehari-hari, karena kecenderungan anak akan mengikuti “teladan” orang tuanya. Kisah berikut ini mungkin lebih tepat disebut sebagai buah yang jatuhnya benar-benar tak jauh dari pohonnya. Tidak untuk dicontoh, tidak untuk ditiru, berhubung ini bukan teladan. :9
Pada masa kini dengan teknologi yang terus berkembang pesat, apalagi di kota-kota besar dengan berbagai gadget komunikasi yang bertebaran bahkan dengan harga terjangkau, pembicaraan jarak jauh dengan orang lain sudah jauh lebih mudah ketimbang masa-masa sebelumnya. Begitu pula komunikasi melalui telepon, bisa dikatakan bahwa sebagian besar orang di kota besar lebih akrab dengan telepon genggamnya …
Mempunyai motivasi, semangat, antusiasme, perasaan berkobar-kobar, penuh vitalitas, energik, optimis, berapi-api dalam melakukan aktivitas dalam hidup sehari-hari, tentunya akan menyenangkan bagi yang menjalaninya, apalagi ketika target atau tujuan yang diincar akhirnya tercapai juga. Kepuasan yang dirasakan tentunya tidak terucapkan oleh kata-kata. Akan tetapi, ketika hal sebaliknya terjadi, ketika seseorang mengalami hambatan internal yang menundanya dalam menjalani aktivitasnya, bahkan sekalipun aktivitas itu merupakan yang disukainya, maka perasaan stress dan tidak menentu mulai bermunculan, apalagi jika sebelumnya orang itu sudah memasang target tertentu yang akhirnya terus tertunda, dan tertunda. Rencana dan rencana mungkin sudah banyak yang dibuat, tetapi pelaksanaan selalu tertunda dan tertunda. Pola seperti ini akan memicu stress dan pada akhirnya mengarahkan orang itu menuju rasa frustrasi, yang justru membuatnya menjadi semakin tidak bersemangat. Ini bisa terjadi karena mood dan jiwa seseorang tidak selamanya berada pada kondisi puncak. Akan ada saat-saat di mana seseorang mengalami penurunan semangat dan motivasi dalam melakukan aktivitasnya, kebanyakan karena mulai merasakan kelelahan akibat terkuras, kebosanan, atau hal-hal lainnya yang merupakan masalah dari dalam diri orang bersangkutan. Akhirnya reaksi orang itu menjadi melambat. Tentunya, hal ini harus segera diatasi supaya tidak berlarut-larut. Kelelahan bisa diatasi dengan istirahat. Kebosanan bisa diatasi dengan mengalihkan perhatian kepada sesuatu lainnya untuk penyegaran. Begitu pula masalah lainnya. Setelah masalah-masalah tadi teratasi, bagi kebanyakan orang masih mudah untuk kembali melanjutkan aktivitas dan mengejar targetnya. Namun ada satu biangkerok penghambat diri yang sebenarnya berbahaya, tetapi paling banyak diremehkan orang: kemalasan.
Ada kalanya dalam kehidupan, pekerjaan, tugas, ataupun hal lainnya dalam kehidupan sehari-hari, seseorang bisa saja mengalami perasaan "terkuras", yang kemudian mengarah kepada kebuntuan ide, atau bila berkepanjangan bahkan sudah sampai masuk kondisi "mental block". Suatu kondisi yang mirip "writer block" bagi para penulis, tetapi cakupannya berbeda. Saat hal semacam ini tiba-tiba saja terjadi, bila berlangsung dalam waktu singkat, mungkin tidak terlalu masalah, karena hanya perlu dibarengi dengan istirahat sebentar atau refreshing sesaat, dan kemudian ide-ide segar akan bermunculan kembali dalam sekejap mata, pikiran tercerahkan kembali, perasaan stress mungkin juga sudah terangkat dan hilang, lalu aktivitas dan kreativitas kembali lancar. Tetapi bagaimana bila kebuntuan itu sampai berlarut-larut melebihi jumlah jam, hari, atau bahkan hitungan minggu dan bulan? Tentunya tidak menyenangkan sama sekali bagi kita. :(
PAGE TOP