Ketika Anak Berdoa …

Seorang pria terbingung-bingung ketika mendengar anaknya yang masih kecil berdoa demikian sebelum tidur:

“Tuhan, lindungilah ibu, lindungilah ayah, lindungilah nenek, dan terimalah kakek, amiin.”

Saat sang anak usai berdoa, pria itu pun masuk dan menanyai anaknya, “Nak, kenapa doamu untuk kakek seperti itu?”

“Mmm, nggak tahu, Yah. Pingin aja doa seperti itu,” sahut sang anak polos. Pria itu pun meninggalkan ruang tidur anaknya sambil terheran-heran di dalam hatinya.

Keesokan harinya, entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja sang kakek terkena serangan jantung dan meninggal dunia. Si ayah pun tercengang dan bertanya-tanya tentang kebetulan yang aneh itu.

Waktu berlalu, sang ayah sudah hampir lupa dengan kebetulan yang aneh itu, hingga akhirnya suatu malam ketika ia hendak menidurkan sang anak, ia mendengar anaknya berdoa demikian:

“Tuhan, lindungilah ibu, lindungilah ayah, dan terimalah nenek, amiin.”

Keesokan harinya, giliran sang nenek yang meninggal dunia setelah terkena serangan jantung mendadak.

Pria itu pun terpana, “Astaga!! Anakku bisa berkomunikasi dengan alam gaib??”

Hari pun berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, hingga suatu hari, ketika ia meninggalkan kamar anaknya, secara tak sengaja ia mendengar anaknya berdoa demikian:

“Tuhan, lindungilah ibu dan terimalah ayah, amiin.”

Kontan saja sang ayah terkejut dan tidak bisa tidur semalaman.

Keesokan harinya, sang ayah pamit keluar lebih awal, khusus untuk menemui dokter pribadinya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Hasil medical check up pun keluar dan sang dokter menyatakan bahwa si ayah dalam keadaan sehat total. Sepanjang perjalanan, sang ayah pun berhati-hati dalam mengemudi, bahkan ketika berjalan ataupun bekerja di kantornya, ia menjadi begitu was-was sepanjang hari itu.

Akhirnya, berhubung terlambat masuk kantor, ia pun harus lembur demi menyelesaikan pekerjaan hari itu, bahkan hingga tengah malam.

Ketika pekerjaan selesai saat tengah malam, waktunya untuk pulang dari kantornya. Ternyata sepanjang hari itu tidak terjadi apa-apa terhadap dirinya.

Sang ayah akhirnya tiba di rumah. Sambil memencet bel rumah, ia bernapas lega dan berpikir, “Tidak mungkin anakku secanggih itu, dua doa yang sebelumnya itu pasti cuma kebetulan …”

Istrinya yang membukakan pintu rumah pun bertanya, “Ya ampun, tumben-tumbenan sih lembur sampai tengah malam begini. Ada apa sih tumben-tumbenan harus kerja sampai selarut ini?”

Sang suami menghembuskan napas sambil terduduk lemas di sofa, lalu berkata, “Aku ga mau ngomongin masalah ini. Pokoknya, hari ini benar-benar hari terburuk dalam hidupku.”

Sang istri berkacak pinggang sambil menggelengkan kepala, “Kalau saja kamu dengar cerita yang akan aku sampaikan ini, kamu pasti tidak menyangka ada hal yang lebih buruk dari yang kamu duga. Tahu nggak, Jon tetangga sebelah kita, tadi pagi tiba-tiba jantungan dan meninggal dunia sewaktu membantu betulin jemuran di belakang rumah!”

Sang suami tertegun, tersadar akan sesuatu, lalu tiba-tiba jantungan juga …

Sendal Jepit
tongkrongan

Sendal Jepit

Penulis at RehatSejenak.com
Mantan "Kalong" yang juga merupakan fans berat kucing & kelinci. Ngeblog di RehatSejenak.com sebagai pelampiasan stress dari efek samping akibat jarangnya dapat schedule off di tempat kerja. :3
Sendal Jepit
tongkrongan

Latest posts by Sendal Jepit (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TrackBack URL

http://rehatsejenak.com/ketika-anak-berdoa.htm/trackback

PAGE TOP