Mengapa Butuh Untuk Rehat Sejenak

little cat sleeping

istirahat dulu ahh ...

Hidup ini singkat. Hidup ini hanya sekali. Anda pernah mendengar kata-kata seperti ini?

Ada yang kemudian sedemikian dalamnya memaknai kata-kata itu dengan cara yang berbeda. Ada yang berhura-hura pada banyak waktu: mumpung masih ada kesempatan untuk menikmati kesenangan, tancap terus! Ada pula yang bekerja keras sepanjang waktu: mumpung badan ini masih kuat, kerja keras itu harus!

Ada juga orang-orang yang berada di luar kedua kategori itu, termasuk orang-orang yang santai sekali-kali, atau malah mereka yang santai sepanjang waktu.
Dan ada juga orang-orang yang terpinggirkan dari kategori apapun sama sekali, yakni mereka yang bingung bagaimana harus memperlakukan waktu dan hidup mereka.

Sadar atau tidak, setiap orang pernah menghadapi masa-masa yang bingung ini. Hanya saja, wujud dan lama kebingungan masing-masing orang berbeda satu sama lainnya.

Apakah Anda bingung mengapa 24 jam sehari dirasa masih tidak cukup?
Ataukah Anda justru merasa 24 jam sehari terlalu panjang bagi Anda?

Apakah Anda bingung ke mana hilangnya semangat Anda terhadap suatu minat ataupun pekerjaan?
Apakah Anda mulai merasakan kebosanan?
Apakah Anda mulai bertanya-tanya tentang apa sebenarnya hobby atau kegemaran Anda?

Apakah Anda pernah mempertanyakan ke mana stamina Anda, padahal Anda merasa sudah cukup adil memperlakukan fisik Anda, dalam arti kata, Anda merasa Anda cukup tidur atau beristirahat?
Apakah Anda mulai merasa terkuras entah itu fisik, mental ataupun iman Anda?

Apakah Anda mulai jengkel terhadap rutinitas kehidupan Anda?
Apakah Anda mulai jengkel terhadap dunia sekitar Anda, atau bahkan terhadap kehidupan Anda sendiri?

Apakah Anda mulai bertanya-tanya tentang mengapa orang lain terlihat baik-baik saja dan mengapa Anda merasa ada yang salah dengan keseharian Anda?
Apakah Anda sudah mulai bertanya-tanya tentang makna hidup Anda?

Sobat, ada kalanya kita merasa begitu bersemangat pada suatu waktu, begitu antusias, berapi-api dalam menjalani hidup ini, tetapi kemudian semangat itu lama-lama menurun, mengendur, dan kita mulai disisakan dengan keletihan, kelelahan, kebosanan dan kita mulai merasa gusar terhadap sesuatu. Entah terhadap hidup ini, ataupun diri kita sendiri.
Iman mungkin mulai terganggu, dan kita merasakan sesuatu dari diri kita naik-turun, termasuk semangat hidup dan motivasi kita.

Apa yang kemudian diperbuat terhadap keletihan, kelelahan dan kebosanan itu?

Sobat, itulah tanda bahwa sudah saatnya untuk beristirahat. Keletihan, kelelahan dan kebosanan sebenarnya merupakan anugerah, tanda yang dikaruniakan kepada diri kita, untuk mengenali makna istirahat.

Itulah sebabnya, mengapa kita butuh untuk rehat sejenak. Istirahat sejenak. Berikan waktu bagi diri sendiri untuk penyegaran kembali.

Ada kalanya kita butuh rehat sejenak untuk memulihkan diri, untuk merenung kembali, untuk memaknai hidup ini kembali, atau bahkan untuk refleksi diri, bahkan untuk melihat tanda-tanda apakah kita harus memutar balik atau meneruskan perjalanan yang sudah kita ambil.

Seperti yang banyak orang katakan: “Hidup ini singkat. Hidup ini hanya sekali.”

Apakah yang kita lakukan selama ini sudah berarti? Apakah kita sudah melakukan hal yang betul-betul memaknai kehidupan kita yang singkat dan hanya sekali ini?

Ataukah kita hanya sudah berjalan tanpa arah yang pasti, bahkan tidak tahu ke mana arah yang sedang kita jalani ini?

Apakah kita sudah sibuk dengan diri sendiri, pekerjaan ataukah rutinitas sehari-hari sampai kita lupa dengan lingkungan di sekitar kita?
Ketika lingkungan sekitar masih sama ataukah sudah berubah, sadarkah kita tentang itu semua?

Adakah orang-orang yang terlupakan dalam kehidupan kita? Ataukah justru kitalah orang yang sudah dilupakan oleh mereka?

Berilah waktu bagi diri sendiri, Kawan. Tidak perlu sampai ekstrim di mana kita sampai harus mengambil cuti panjang.

Cukup rehat sejenak selama satu jam ataupun sekian menit setiap harinya, untuk menikmati alam ini dari ruang terbuka di lingkungan sekitar Anda. Atau pandangi langit untuk sesaat lamanya. Atau dengarkan kicauan burung di sekitar Anda.

Atau dengarkan suara air yang mengalir di dekat Anda, ataupun suara alam di sekitar Anda.
Atau berolah raga ringan sejenak di samping kursi kerja Anda.

Atau Anda bisa luangkan waktu untuk berdoa di dalam hati, cukup untuk menyapa Tuhan selama beberapa menit yang singkat.

Apapun yang membuat jiwa Anda disegarkan kembali.

Hidup ini memang singkat dan hanya sekali. Jangan sampai Anda lupa untuk rehat sejenak, untuk memberi waktu bagi jiwa, hati dan pikiran Anda sendiri.

Karena rehat sejenak memang dibutuhkan, supaya Anda punya kesempatan untuk mengisi kembali bagian yang sudah terkuras dari diri Anda. Bila Anda tidak memberikan kesempatan bagi diri sendiri untuk beristirahat sejenak, bagaimana Anda punya waktu untuk mengenali apa yang sudah terkuras dari diri Anda?

Alexandra

Penulis at RehatSejenak.com
nggg ... sepertinya si Imut-imut yang satu ini kelupaan memperkenalkan dirinya sendiri. /(=.=!)__

Latest posts by Alexandra (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TrackBack URL

http://rehatsejenak.com/mengapa-butuh-untuk-rehat-sejenak.htm/trackback

PAGE TOP