Pengorbanan Sang Dokter

Seorang pria terburu-buru memasuki rumah sakit. Rupanya dia adalah salah seorang dokter di sana yang bergegas datang setelah menerima panggilan telepon untuk operasi bedah darurat. Tanpa berbasa-basi dengan orang sekitarnya lagi, dia langsung masuk ke sebuah ruangan, berganti pakaian, lalu bergegas menuju ruang operasi.

Sesampainya sang dokter di depan ruang operasi, ayah sang pasien langsung mendatanginya dan mencecarnya dengan emosional.

“Dokter ini bagaimana, kenapa sekarang baru datang? Nyawa anak saya dalam bahaya!” teriak ayah sang pasien.

Sang dokter menjawab, “Maaf, Pak. Tadi saya sedang tidak di rumah sakit. Tapi saya segera kemari begitu ditelepon mengenai putra Bapak.”

Melihat ayah sang pasien masih hendak marah-marah, dokter itu segera berkata, “Mohon tenang, Pak, biar kami menjalankan tugas kami sekarang.”

“Tenang?!” ayah sang pasien makin histeris, “Apa-apaan! Apanya yang bisa tenang?! Bagaimana kalau yang ada di dalam sana itu putra Anda sendiri! Kalau anak Anda sendiri yang hampir mati sekarang, apa yang akan Anda perbuat?!”

Sang dokter menatap ayah sang pasien sebentar, lalu menyahut, “Sesungguhnya dari Dia kita datang dan kepada Dia kita kembali. Dokter tidak berkuasa untuk memperpanjang nyawa, hanya melakukan yang terbaik yang bisa kami lakukan. Berdoalah, Pak.”

“Gampang sekali memberi nasihat ketika itu tidak ada kaitannya denganmu!” ayah sang pasien merutuk.

Sang dokter tidak lagi merespon, ia langsung masuk ke ruang operasi.

Beberapa jam kemudian, akhirnya operasi pun selesai. Sang dokter keluar dari ruang operasi sambil tersenyum dan menghampiri ayah sang pasien.

“Operasinya berjalan dengan lancar, Pak. Putra Anda selamat!” kata sang dokter, “Kalau Anda butuh apa-apa, silakan hubungi suster yang berjaga. Saya permisi dulu, Pak.”

Sang dokter bergegas meninggalkan pasien dan keluarganya.

“Sombong sekali dokter itu! Memangnya dia tidak bisa tunggu beberapa menit lagi? Seharusnya dia kasih penjelasan detil tentang kondisi anak saya dulu. Kok main kabur begitu saja!” sang ayah memprotes kepada salah seorang suster yang turut menangani putranya.

Suster itu dengan mata berkaca-kaca menjawab ayah sang pasien:

“Putra satu-satunya kemarin tewas karena musibah kecelakaan lalu lintas, Pak. Dokter sendiri sedang mengoperasi seorang pasien di sini ketika itu terjadi. Sebenarnya hari ini Beliau cuti untuk memakamkan anaknya itu. Karena putra Bapak kritis butuh diselamatkan, Beliau cepat-cepat putar balik ke sini, meninggalkan rombongan pengantar jenazah anaknya. Sekarang Beliau bergegas balik lagi ke pemakaman, untuk prosesi penimbunan liang lahat anaknya.”

"Don't judge. Behind every person, there's always a reason why they are the way they are."

source: https://flic.kr/p/dRKJTp

Alexandra

Penulis at RehatSejenak.com
nggg ... sepertinya si Imut-imut yang satu ini kelupaan memperkenalkan dirinya sendiri. /(=.=!)__

Latest posts by Alexandra (see all)

1 Comments

  1. Kiri says: Reply

    Duh! Sedih amat kisah dokternya. :'(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TrackBack URL

http://rehatsejenak.com/pengorbanan-sang-dokter.htm/trackback

PAGE TOP