Pertolongan Kala Banjir

Suatu ketika, banjir besar melanda sebuah kota kecil. Semua penduduk pun lari mengungsi, kecuali seorang pendeta yang tetap bertahan di gereja.

Sebuah perahu penyelamat datang menjemputnya, tetapi sang pendeta menolak.

“Terima kasih,” katanya, “Saya akan tetap bertahan di sini.”

Hujan pun terus mengguyur, banjir semakin tinggi. Beberapa waktu kemudian, datang pula perahu kedua menjemput sang pendeta, yang kini sudah duduk di atap gereja.

“Terima kasih,” kata sang pendeta sambil menolak, “Saya masih punya iman …”

Hujan terus turun mengguyur seluruh kota itu dan sekitarnya, banjir pun semakin tinggi. Kali ini datanglah perahu ketiga untuk menjemput sang pendeta, yang kini sudah berpegangan di puncak menara gereja itu.

Sang pendeta masih menolak, “Saya masih punya iman.”

Akhirnya, banjir menyapu habis gereja dan pendeta itu.

Di akherat, sang pendeta bertemu dengan Tuhan. Kontan saja sang pendeta mengajukan uneg-unegnya.

“Tuhan, saya sudah sedemikian kokoh dengan iman saya. Tetapi kenapa Tuhan tak juga kunjung menolong?” protes sang pendeta.

“Tak kunjung menolong?” sahut Tuhan, “Kan Saya sudah kirim tiga perahu!”

Sendal Jepit
tongkrongan

Sendal Jepit

Penulis at RehatSejenak.com
Mantan "Kalong" yang juga merupakan fans berat kucing & kelinci. Ngeblog di RehatSejenak.com sebagai pelampiasan stress dari efek samping akibat jarangnya dapat schedule off di tempat kerja. :3
Sendal Jepit
tongkrongan

Latest posts by Sendal Jepit (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TrackBack URL

http://rehatsejenak.com/pertolongan-kala-banjir.htm/trackback

PAGE TOP