Strategi Seorang Pengacara

Seorang pengacara muda sedang berkutat dengan kasus yang harus memenangkan seorang pebisnis kaya dalam tuntutan hukum yang pelik. Sayangnya, ternyata bukti-bukti yang ada justru memojokkan kliennya. Pengacara muda ini pun takut akan kalah dalam pengadilan nanti. Jadi ia pun meminta nasehat dari seorang rekan pengacara yang lebih senior, sekaligus bertanya apakah boleh mengirimkan sekotak cerutu yang mahal kepada sang hakim.

Sang rekan senior itu terkejut, lalu berkata, “Jangan! Hakim yang satu ini adalah orang yang sangat disegani di negeri kita. Jika Anda melakukan hal itu, saya jamin, Anda akan kalah di pengadilan nanti!”

Maka sang pengacara muda hanya bisa meninggalkan ruang kerja seniornya itu, sambil terus memutar otak mencari jalan penyelesaian lainnya.

Beberapa minggu kemudian, hakim yang menangani kasus pengadilan yang pelik ini ternyata memenangkan klien si pengacara muda tadi. Sang rekan yang juga seniornya itu mengundangnya untuk makan bersama-sama sekaligus untuk mengucapkan selamat atas kemenangan kasusnya.

“Tidakkah Anda lega sekarang, karena Anda tidak jadi mengirim sekotak cerutu mahal yang Anda sebutkan kemarin itu?” tanya sang rekan kepada si pengacara muda itu.

“Oh,” sahut si pengacara muda dengan kalem, “Sebenarnya saya tetap mengirimkannya. Hanya saja, di dalam kotak cerutu itu, saya memasukkan kartu nama pengacara lawan.”

Sendal Jepit
tongkrongan

Sendal Jepit

Penulis at RehatSejenak.com
Mantan "Kalong" yang juga merupakan fans berat kucing & kelinci. Ngeblog di RehatSejenak.com sebagai pelampiasan stress dari efek samping akibat jarangnya dapat schedule off di tempat kerja. :3
Sendal Jepit
tongkrongan

Latest posts by Sendal Jepit (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TrackBack URL

http://rehatsejenak.com/strategi-seorang-pengacara.htm/trackback

PAGE TOP