Mengatasi Rasa Malas

Mempunyai motivasi, semangat, antusiasme, perasaan berkobar-kobar, penuh vitalitas, energik, optimis, berapi-api dalam melakukan aktivitas dalam hidup sehari-hari, tentunya akan menyenangkan bagi yang menjalaninya, apalagi ketika target atau tujuan yang diincar akhirnya tercapai juga. Kepuasan yang dirasakan tentunya tidak terucapkan oleh kata-kata.

Akan tetapi, ketika hal sebaliknya terjadi, ketika seseorang mengalami hambatan internal yang menundanya dalam menjalani aktivitasnya, bahkan sekalipun aktivitas itu merupakan yang disukainya, maka perasaan stress dan tidak menentu mulai bermunculan, apalagi jika sebelumnya orang itu sudah memasang target tertentu yang akhirnya terus tertunda, dan tertunda. Rencana dan rencana mungkin sudah banyak yang dibuat, tetapi pelaksanaan selalu tertunda dan tertunda. Pola seperti ini akan memicu stress dan pada akhirnya mengarahkan orang itu menuju rasa frustrasi, yang justru membuatnya menjadi semakin tidak bersemangat.

Ini bisa terjadi karena mood dan jiwa seseorang tidak selamanya berada pada kondisi puncak. Akan ada saat-saat di mana seseorang mengalami penurunan semangat dan motivasi dalam melakukan aktivitasnya, kebanyakan karena mulai merasakan kelelahan akibat terkuras, kebosanan, atau hal-hal lainnya yang merupakan masalah dari dalam diri orang bersangkutan. Akhirnya reaksi orang itu menjadi melambat. Tentunya, hal ini harus segera diatasi supaya tidak berlarut-larut.

Kelelahan bisa diatasi dengan istirahat. Kebosanan bisa diatasi dengan mengalihkan perhatian kepada sesuatu lainnya untuk penyegaran. Begitu pula masalah lainnya. Setelah masalah-masalah tadi teratasi, bagi kebanyakan orang masih mudah untuk kembali melanjutkan aktivitas dan mengejar targetnya.

Namun ada satu biangkerok penghambat diri yang sebenarnya berbahaya, tetapi paling banyak diremehkan orang: kemalasan.
Continue reading →

Burung dan Lagu

Suatu ketika Dodol pergi ke pasar burung sambil melihat-lihat koleksi burung yang dijual di sana. Setelah berjalan bolak-balik di sepanjang pasar, akhirnya matanya terpaku pada dua ekor burung yang sangkarnya diletakkan secara berdampingan. Salah satu burung itu telah menarik perhatiannya dengan berbagai nyanyiannya.

Yang mengherankan Dodol adalah, burung itu rupanya bisa menyanyikan berbagai jenis lagu. Karena penasaran, akhirnya Dodol menghampiri sang penjual burung untuk bertanya.

Dodol: “Permisi, Pak. Burung yang lagi nyanyi ini harganya berapa?”

Penjual: “Dua juta rupiah, Dik!”

Dodol: “Wah, mahal juga. Kalau yang nggak bisa nyanyi, harganya berapa, Pak?”

Penjual: “Lima juta rupiah.”

Dodol: “Hah? Kok yang nggak bisa nyanyi malah lebih mahal daripada yang bisa nyanyi?”

Penjual: “Yang nggak bisa nyanyi itu pencipta lagunya, Dik.”

Tips Mencari Inspirasi

Ada kalanya dalam kehidupan, pekerjaan, tugas, ataupun hal lainnya dalam kehidupan sehari-hari, seseorang bisa saja mengalami perasaan “terkuras”, yang kemudian mengarah kepada kebuntuan ide, atau bila berkepanjangan bahkan sudah sampai masuk kondisi “mental block”. Suatu kondisi yang mirip “writer block” bagi para penulis, tetapi cakupannya berbeda.

Saat hal semacam ini tiba-tiba saja terjadi, bila berlangsung dalam waktu singkat, mungkin tidak terlalu masalah, karena hanya perlu dibarengi dengan istirahat sebentar atau refreshing sesaat, dan kemudian ide-ide segar akan bermunculan kembali dalam sekejap mata, pikiran tercerahkan kembali, perasaan stress mungkin juga sudah terangkat dan hilang, lalu aktivitas dan kreativitas kembali lancar.

Tetapi bagaimana bila kebuntuan itu sampai berlarut-larut melebihi jumlah jam, hari, atau bahkan hitungan minggu dan bulan? Tentunya tidak menyenangkan sama sekali bagi kita. :(

Continue reading →

Ketika Makelar Rumah Berpromosi

Suatu ketika, terjadilah dialog antara makelar rumah dengan calon pembelinya.

Makelar: “Rumah ini bagus, Pak. Letaknya strategis. Di depan ada pabrik terasi, di belakang ada area penampungan sampah. Di sebelah kirinya ada pabrik abon, dan di sebelah kanannya ada rumah pemotongan ayam.”

Calon Pembeli: “Bagus katamu?! Apa untungnya bagi saya membeli rumah yang dikepung semua yang bau-bau itu??”

Makelar: “Ada, Pak. Bapak bisa mengetahui arah bertiupnya angin dengan tepat, Pak!”

Karakter dan Sifat Seseorang Terbaca dari Status Facebooknya

Anda punya account Facebook? Anda hobby main Facebook? Berhati-hatilah dalam melakukan update status Facebook Anda, apalagi bila isi status Anda tidak seharusnya dibaca oleh orang-orang tertentu. Bisa-bisa keseharian Anda di lingkungan kerja ataupun di sekolah, universitas atau lainnya jadi terkena dampaknya akibat salah kata-kata.

Barangkali banyak dari kita yang sudah mendengar kasus orang-orang yang sembarang menulis sesuatu pada status Facebook mereka dan kemudian terkena getahnya. Baiklah, itu mungkin hal-hal ekstrim yang pernah terjadi pada orang-orang tertentu dan Anda mungkin berkata, “Saya tidak sampai segitunya kok.” :)

Tetapi tahukah Anda, bahwa karakter dan sifat seseorang bisa terbaca dari status Facebooknya? ;)
Continue reading →

Menu Makanan Reseh

Dua sejoli muda sedang memesan makanan pada seorang pelayan restoran.

“Mas, satu piring nasi goreng ikan asin dan satu piring nasi goreng pete ya.
Yang ikan asin jangan pedas, yang nasi goreng pete tidak mau bawang goreng.
Yang ikan asin nasinya sedikit aja, jangan banyak minyak, ikan asinnya potong kecil-kecil.
Yang pake pete jangan terlalu banyak vetsinnya, petenya yang banyakan.
Yang ikan asin kasih acarnya banyakan, yang pete acarnya gak mau bawang merahnya, minta timunnya aja.
Mas, jangan pake lama-lama, ya …”

Sang pelayan restoran kemudian ngeloyor pergi ke dapur, kemudian memesankan makanan untuk sepasang muda-mudi itu:
“Hoy, nasi goreng dua, pake cabe rawit masing-masing 20 biji!!”

Salah Lempar

Di suatu area yang sedang terjadi kebakaran, tampak seorang wanita di atas atap salah satu rumah yang terbakar, sedang memegangi seekor kucing sambil kebingungan.

“Ibu, lemparkan saja kucing Ibu ke bawah!” teriak seorang pria yang berada di jalan depan rumah.

Sang wanita yang masih panik berteriak balik, “Tidak! Aku tidak bisa melakukannya, kecuali Anda mau menangkapnya!”

Pria itu berteriak lagi, “Percayalah, Bu! Lemparkan saja kucing Ibu ke bawah! Saya ini kiper andalan dari salah satu tim sepak bola yang profesional! Saya pasti berhasil menangkap kucing Ibu!”

Akhirnya, sekalipun masih dengan perasaan kuatir, wanita itu akhirnya menjatuhkan juga kucingnya dari atap rumah.

Dengan gaya seorang kiper handal, sang pria menangkap kucing itu, melemparkannya tiga kali ke atas, kemudian menendangnya ke atas tembok.

Ketika Pulang Kemalaman

Suatu malam, Dodol pulang kemalaman. Cuaca sedang hujan lebat, lampu jalan banyak yang mati. Alhasil, Dodol terpaksa menyetir mobilnya dengan sangat perlahan. Untungnya, ada mobil lain di depannya, sehingga Dodol pun mengikuti kendaraan itu dari belakang sebagai pedoman jalan.

Akibat terlalu asyik mengikuti kendaraan di depannya itu, Dodol sampai tidak sadar bahwa mobil di depannya itu tiba-tiba berhenti mendadak. Tabrakan pun tidak dapat dihindarkan.

Dodol yang kesal, serta-merta keluar dari mobilnya, menyingsingkan lengan bajunya, sambil marah-marah ia menyambar kerah baju sang pengendara mobil di depannya itu.

Dodol: “Apa-apaan sih Situ, berhenti mendadak segala! Situ bisa nyetir nggak sih?!”

Pengendara mobil depan: “Lah, justru Bapak yang nabrak mobil saya dari belakang. Kok malah Bapak yang marah-marah ke saya?”

Dodol: “Gimana gua gak marah! Situ berhentinya mendadak!!”

Pengendara mobil depan: “Lah, saya kan sudah sampai di garasi rumah saya sendiri. Justru saya yang mau tanya, kenapa Bapak ngikutin saya sampai depan garasi rumah saya??”

Hasil Memancing

Alkisah, ada dua orang sahabat karib, Dodol dan Dani yang pergi memancing. Setelah lama memancing, Dani mendapatkan 30 ekor ikan yang beraneka ragam, sedangkan Dodol, tidak mendapatkan seekor ikan pun.

Hari berikutnya, mereka berdua pergi memancing lagi. Kali ini lagi-lagi Dani mendapatkan banyak ikan, sedangkan Dodol, lagi-lagi pulang dengan tangan kosong.

Pada hari ketiga, saking dongkolnya, Dodol yang penasaran memutuskan untuk pergi memancing sendirian. Ia bangun pagi-pagi buta lalu pergi ke tempat pemancingan itu.

Tidak lama setelah membuang kailnya ke danau, ia merasakan tarikan yang agak kuat, sehingga serta-merta ia pun segera menarik kailnya cepat-cepat.

Ketika ia berhasil menarik keluar kail pancingannya, tampaklah sebuah botol butut yang di dalamnya terselip secarik kertas.

Dengan penasaran Dodol membuka tutup botol itu, menarik keluar kertas itu untuk membaca tulisannya.

Tulisan yang terdapat pada kertas tersebut adalah:

“Mana Dani??”