Kiat Melamar

Bejo yang kesengsem dengan Susi, kekasihnya, akhirnya pergi ke rumah sang kekasih untuk melamar. Kebetulan sang ayah sedang duduk-duduk santai di serambi depan rumahnya.

Bejo: “Selamat malam, Oom.”

Ayahnya Susi: “Malam, ada perlu apa ke sini?”

Bejo: “Begini, Oom. Saya mau melamar anak Oom, Susi.”

Ayahnya Susi: “Apa kamu sudah punya pekerjaan tetap?”

Bejo: “Jangan kuatir, Oom. Saya sudah bekerja.”

Ayahnya Susi: “Kalau begitu, sudah sejauh mana kemampuanmu?”

Bejo: “Tujuh ratus lima puluh ribu, Oom.”

Ayahnya Susi: “Segitu mah terlalu kecil.”

Bejo: “Kalau sembilan ratus ribu, gimana Oom?”

Ayahnya Susi: “Masih terlalu kecil! Jujur saja deh, saya sukanya yang berjuta-juta punya.”

Bejo: “Baiklah, Oom. Kalau gitu, setengah juta, bagaimana?”

Ayahnya Susi: “Nah, gitu dong. Lamaranmu saya terima.”

Yang Raja Hutan Siapa Yaa??

Seekor singa mengaum-aum dengan garangnya dan mencari-cari masalah. Ketika sedang berjalan di hutan dan bertemu seekor panther, dengan garangnya dia mencengkeram sang panther dan berkata, “Siapa raja hutan ini?” Sang panther menjawab, “Ya engkaulah, Singa.”

Tidak puas, singa kembali berjalan-jalan dan menjumpai seekor zebra. Dengan garang ia menangkap sang zebra, lalu berkata, “Siapa raja hutan ini?” Si zebra yang ketakutan dengan segera menjawab, “Siapa yang tidak tahu. Andalah singa sang raja hutan ini.”

Lalu singa kembali berjalan menyusuri hutan, kali ini ia mendapati seekor monyet, yang segera dicengkeramnya dan ditanyainya, “Siapa raja hutan ini?” Monyet yang gelagapan pun menjawab, “Tentu saja Anda ya raja singa, sang raja hutan.”

Berikutnya, singa melihat seekor gajah yang sedang merumput. Masih belum puas dengan jawaban dari hewan hutan yang sudah-sudah, kali ini singa berjalan dengan sombongnya menghampiri si gajah, lalu berteriak dengan suara besar, “Siapakah raja hutan ini?!”

Tiba-tiba si gajah menjulurkan belalainya, melilit singa itu dengan belalainya, memutar-mutar singa yang terlilit itu di udara, kemudian membanting singa itu ke tanah.

Masih dengan tatapan berkunang-kunang dan sambil menahan rasa sakit, si singa pun berkata …

“Oy, Gajah. Kalau situ ga tahu jawabannya ya nggak apa-apa, tapi jangan main kasar kayak gini dong …”

Grand Opening

Sebuah toko pakaian baru akan mengadakan pembukaan perdana dengan diskon 70%, dan iklan yang dilancarkan selama sepekan ternyata sangat berhasil. Pada hari pembukaan, sejak pukul 7 pagi orang-orang sudah penuh sesak berjejalan di depan pintu toko yang masih tertutup.

Tiba-tiba ada seorang bapak gemuk yang pendek berusaha sekuat tenaga menerobos antrean yang padat untuk mencapai pintu toko.

Ketika ia baru saja mendekati pintu toko, ia didesak lagi ke belakang oleh orang-orang yang marah karena ia telah main serobot. Alhasil, ia kembali lagi ke barisan belakang.

Bapak itu kembali lagi mencoba sekuat tenaganya untuk maju ke depan. Setelah berhasil mencapai dekat pintu masuk, kembali lagi ia terdorong sampai ke barisan paling belakang.

Akhirnya, dengan sangat jengkel si bapak berteriak:

“Sekali lagi aku didorong ke belakang, aku tidak akan membuka pintu toko ini!!!”

Cara Mengetahui Kecepatan Mobil

Dodol yang menyetir ugal-ugalan, kali ini tidak lolos dari pengamatan polisi lalu lintas. Seorang polisi berhasil mengejar mobilnya yang melejit dengan kecepatan tinggi, lalu menyetopnya. Setelah mobil Dodol berhenti, sang polisi pun menghampirinya.

Polisi: “Selamat siang, Pak. Boleh saya tahu berapa kecepatan mobil Bapak tadi?”

Dodol: “Maaf, Pak. Speedometer saya sudah beberapa hari ini rusak.”

Polisi: “Speedometer rusak sudah beberapa hari?! Lalu selama ini bagaimana Bapak mengetahui kecepatan mobil Bapak?”

Dodol: “Saya dapat mengetahuinya. Kalau kecepatan 40 km/jam, maka lampu mobil ini bergoyang. Kalau 60 km/jam, maka jendela dan pintunya ikut bergetar. Kalau 100 km/jam, maka tubuh saya yang bergoyang.”

Menganalisa Progress Diri Dengan SWOT

Seseorang yang selalu berorientasi ke depan, tentunya tidak lepas dari analisa terhadap berbagai aspek kehidupan ini, segala keputusan yang diambilnya, termasuk menganalisa dirinya sendiri alias introspeksi diri.

Kehidupan ini ibarat membangun rumah, tentunya perlu tahu di mana harus meletakkan landasannya yang kokoh, juga perlu menghitung kemampuan anggaran, kekuatan diri sendiri untuk menanggung semua ini, sampai bahan-bahan yang diperlukan, termasuk siapa yang akan mengerjakan pembangunan rumah itu dan seberapa lama waktu yang sebenarnya dibutuhkan sampai rumah itu pasti selesai didirikan.

Ada yang mengajukan Analisis SWOT untuk analisa keputusan bisnis. Akan tetapi, bila direnungkan kembali, sebenarnya aspek lain dari kehidupan ini juga memerlukan perhitungan dan analisa matang yang serupa. Jadi Analisis SWOT sebenarnya juga dapat diterapkan untuk menganalisa diri sendiri dan progress diri.

Ngomong-ngomong, bagaimana dengan Anda? Pernah mencoba menganalisa diri sendiri dengan Analisis SWOT? Bagi para pengambil keputusan, singkatan ini tentunya tidak asing buat Anda. Berikut ini merupakan definisi Wikipedia tentang SWOT:
Continue reading →

Wawancara Kerja

Setelah membaca berkas lamaran kerja yang diajukan oleh Dodol, sang personalia akhirnya membuka suara.

Personalia: “Saya harus berkata jujur, riwayat kerja Anda jelek sekali. Anda selalu berpindah kerja karena dipecat.”

Dodol: “Iya, Pak …”

Personalia: “Yah …, tidak ada hal yang positif di dalam riwayat kerja Anda.”

Dodol: “Ada, Pak. Setidaknya, bukan saya yang memutuskan hubungan kerja.”

Mengetes Pendengaran

Dodol ingin mengetes pendengaran neneknya yang sudah berusia 92 tahun. Ia mengambil jarak sejauh 30 meter dari neneknya, lalu berkata dengan suara biasa, “Nek, apakah Nenek bisa mendengarkan suaraku?”

Tidak terdengar jawaban apapun juga.

Dodol maju dan pada jarak 20 meter dari neneknya, ia kembali bertanya, “Neeek, apakah Nenek bisa mendengarkan suaraku?”

Masih tidak terdengar jawaban apapun juga.

Akhirnya Dodol maju kembali dan kali ini pada jarak 10 meter dari sang nenek, ia kembali bertanya, “Nenek, apakah Nenek bisa mendengarkan suaraku?”

Sang nenek mengangkat kepalanya dan berkata, “Iya, Cucuku. Ini untuk ketiga kalinya Nenek bilang bisa.”

Earth Hour 2010

Earth Hour 2010
Earth Hour 2010

“Earth Hour” untuk tahun 2010 akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Maret 2010, pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat, dengan aksi mematikan lampu penerangan selama 60 menit (pada pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat).

Aksi ini akan dilakukan sebagai bentuk dukungan antisipasi perubahan iklim akibat pemanasan global, juga sebagai demonstrasi keprihatinan akan kondisi planet bumi, sekaligus sebagai upaya untuk lebih bersahabat dengan bumi kita.
Continue reading →

Etiket Menelepon Seseorang

funny-pictures-cell-phone, from funnychix.com
from funnychix.com
Pada masa kini dengan teknologi yang terus berkembang pesat, apalagi di kota-kota besar dengan berbagai gadget komunikasi yang bertebaran bahkan dengan harga terjangkau, pembicaraan jarak jauh dengan orang lain sudah jauh lebih mudah ketimbang masa-masa sebelumnya. Begitu pula komunikasi melalui telepon, bisa dikatakan bahwa sebagian besar orang di kota besar lebih akrab dengan telepon genggamnya (handphone) ketimbang telepon rumah.

Kebanyakan orang lebih cenderung menghubungi nomor handphone seseorang lainnya karena orang yang dituju yang akan langsung menjawab panggilan telepon. Lain halnya bila menghubungi nomor telepon rumah, belum tentu orang yang dicari sedang berada di tempat untuk menjawab panggilan telepon.

Dengan segala kemudahan berkomunikasi melalui telepon ataupun handphone, ada kecenderungan seseorang menjadi lupa bahwa etika berkomunikasi masih harus dijaga. Bisa jadi ini dikarenakan kita hanya mendengar suara lawan bicara kita, tanpa bisa melihat reaksi ataupun raut wajahnya saat berkomunikasi dengan kita.

Itulah sebabnya, tata cara berkomunikasi melalui telepon ataupun handphone tetap harus diperhatikan. Batas-batas dan sopan santun juga rambu-rambu atau etiket tetap harus dijaga, atau salah-salah nanti lawan bicara kita mulai merasa jengkel, lalu mulai menjauh dari kita, menghindar bertemu muka dengan kita, dan lambat laun juga menghindar dari panggilan telepon kita.

Jadi, bagaimana cara menelepon yang baik?
Continue reading →

Tablet yang Dahsyat

Dodol punya masalah tidur karena sering mengalami insomnia. Alhasil, bangunnya pun selalu kesiangan sehingga ia sering terlambat masuk kantor.

Si Boss yang sudah mulai jengkel terhadap Dodol, akhirnya memanggilnya dan menegurnya, “Kalau kamu tidak melakukan usaha apapun untuk datang tepat waktu, saya akan memecat kamu!”

Dodol yang cemas akhirnya pergi konsultasi kepada seorang dokter. Oleh sang dokter, ia diberi tablet untuk dimakan sebelum tidur.

Benar-benar manjur, Dodol tertidur dengan nyenyak, dan ketika bangun ia mendapati hari masih pagi-pagi sekali.

Dengan gembira dan bersiul-siul, ia segera mandi dan sarapan dengan santai. Perjalanan ke kantor juga ia lakukan dengan santai.

Sesampainya di kantor, dengan perasaan bangga ia berkata kepada bossnya, “Pak, saya sudah mendapatkan tablet yang hebat sekali. Lihat, sekarang saya bisa datang setengah jam lebih cepat.”

Dengan wajah merah padam, sang boss berkata kepadanya, “Bagus. Tapi sekarang jawab dulu pertanyaan saya, kau ini kemarin ke mana saja, kenapa tidak masuk?!”