Dokter Spesialis

Pada suatu hari, seorang dokter spesialis jantung meninggal dunia. Untuk mengenang jasa-jasanya, maka para koleganya sepakat untuk membuatkan peti mati berbentuk jantung baginya. Acara penguburan pun bahkan dijalankan dengan penuh khidmat.

Beberapa bulan kemudian, giliran seorang dokter spesialis mata yang meninggal dunia. Demi mengenang jasa-jasanya, para kolega juga sepakat untuk berbuat serupa seperti yang sebelumnya, dengan membuatkan sebuah peti mati berbentuk mata dan menjalankan penguburannya dengan penuh khidmat.

Selesai penguburan spesialis mata ini, para pengantar pun bubar, hanya tinggal satu orang yang masih merenung sendirian di pinggir makam. Salah seorang rekan melihat, menyadari bahwa ternyata orang itu adalah salah seorang dokter spesialis juga.

Sang kolega pun menghampiri dan menghibur, “Sudahlah, yang sudah berlalu biarkan berlalu. Jangan dipikirkan lagi.”

“Saya tidak tahu harus berkata apa kepadamu,” kata sang dokter spesialis itu.

“Begini … Andaikata saya nanti mati, apakah kalian juga akan mengenang jasa-jasa saya dengan membuatkan peti mati seperti mereka?” tanya sang dokter spesialis kelamin itu dengan frustrasi.

Komunikasi Ga Nyambung … Tapi Nyambung ,,,^..^,,,

Suatu ketika, ada seorang pria Taiwan yang sangat kaya tetapi tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris tiba di airport New York.

Setelah mengantri di imigrasi, saat mencap paspor, petugas menanyakan beberapa pertanyaan untuk mengetahui kunjungannya ke USA.

Pertanyaan pertama imigrasi: “Apa nama terakhir dari Presiden Pertama kami?”

Karena tidak mengerti bahasa Inggris dengan baik, dia menduga bahwa petugas menanyakan nama keluarganya (surname). Lalu dia menjawab dalam bahasa Mandarin: “Wo xing Deng.” (dibaca: “wo sing Teng”)
Dalam Mandarin sebenarnya berarti “Marga saya Deng”. Sebagai info, dalam budaya Chinese, orang Chinese selalu memperkenalkan marganya dulu saat berkenalan pertama kali.

Petugas mendengar “Washington!” (sama bunyinya), lalu dia melanjutkan ke pertanyaan ke-2: “Untuk apa Anda hendak pergi ke US?”

Pikir pria Taiwan itu secara logis, “Pasti sekarang dia menanyakan nama saya.” Lalu pria Taiwan itu menjawab: “Xiao Ping.”

Petugas mendengarnya: “Shopping.”

Pertanyaan ke-3: “Kendaraan apa yang Anda kendarai di Taiwan?”

Turis itu berpikir, sepertinya dia ditanyakan tentang statusnya di Taiwan. Kali ini ia memilih menjawab dalam bahasa Hokkien: “Bo bo!” (dalam Hokkien berarti: “Belum beristri!”).
Sebagai informasi, banyak orang Taiwan juga menggunakan bahasa Hokkien selain bahasa Mandarin.

Dan petugas mendengar: “Volvo!” lalu dia tersenyum dengan hormat dan bertanya lagi.
Pertanyaan ke-4: “Siapa penyanyi pop yang paling terkenal di USA?”

Saat ini lelaki Taiwan sudah mulai tidak sabar dan mulai berkata dengan keras dalam bahasa Hokkien: “Mai Ko Cai Seng!” (arti: “Jangan main-main lagi dengan saya!”).

Petugas mendengar: “Michael Jackson!”

Kagum akan pengetahuan si turis, sang petugas kemudian mencap paspornya.

Ketika Anak Berdoa …

Seorang pria terbingung-bingung ketika mendengar anaknya yang masih kecil berdoa demikian sebelum tidur:

“Tuhan, lindungilah ibu, lindungilah ayah, lindungilah nenek, dan terimalah kakek, amiin.”

Saat sang anak usai berdoa, pria itu pun masuk dan menanyai anaknya, “Nak, kenapa doamu untuk kakek seperti itu?”

“Mmm, nggak tahu, Yah. Pingin aja doa seperti itu,” sahut sang anak polos. Pria itu pun meninggalkan ruang tidur anaknya sambil terheran-heran di dalam hatinya.

Keesokan harinya, entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja sang kakek terkena serangan jantung dan meninggal dunia. Si ayah pun tercengang dan bertanya-tanya tentang kebetulan yang aneh itu.

Waktu berlalu, sang ayah sudah hampir lupa dengan kebetulan yang aneh itu, hingga akhirnya suatu malam ketika ia hendak menidurkan sang anak, ia mendengar anaknya berdoa demikian:

“Tuhan, lindungilah ibu, lindungilah ayah, dan terimalah nenek, amiin.”

Keesokan harinya, giliran sang nenek yang meninggal dunia setelah terkena serangan jantung mendadak.

Pria itu pun terpana, “Astaga!! Anakku bisa berkomunikasi dengan alam gaib??”

Hari pun berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, hingga suatu hari, ketika ia meninggalkan kamar anaknya, secara tak sengaja ia mendengar anaknya berdoa demikian:

“Tuhan, lindungilah ibu dan terimalah ayah, amiin.”

Kontan saja sang ayah terkejut dan tidak bisa tidur semalaman.

Keesokan harinya, sang ayah pamit keluar lebih awal, khusus untuk menemui dokter pribadinya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Hasil medical check up pun keluar dan sang dokter menyatakan bahwa si ayah dalam keadaan sehat total. Sepanjang perjalanan, sang ayah pun berhati-hati dalam mengemudi, bahkan ketika berjalan ataupun bekerja di kantornya, ia menjadi begitu was-was sepanjang hari itu.

Akhirnya, berhubung terlambat masuk kantor, ia pun harus lembur demi menyelesaikan pekerjaan hari itu, bahkan hingga tengah malam.

Ketika pekerjaan selesai saat tengah malam, waktunya untuk pulang dari kantornya. Ternyata sepanjang hari itu tidak terjadi apa-apa terhadap dirinya.

Sang ayah akhirnya tiba di rumah. Sambil memencet bel rumah, ia bernapas lega dan berpikir, “Tidak mungkin anakku secanggih itu, dua doa yang sebelumnya itu pasti cuma kebetulan …”

Istrinya yang membukakan pintu rumah pun bertanya, “Ya ampun, tumben-tumbenan sih lembur sampai tengah malam begini. Ada apa sih tumben-tumbenan harus kerja sampai selarut ini?”

Sang suami menghembuskan napas sambil terduduk lemas di sofa, lalu berkata, “Aku ga mau ngomongin masalah ini. Pokoknya, hari ini benar-benar hari terburuk dalam hidupku.”

Sang istri berkacak pinggang sambil menggelengkan kepala, “Kalau saja kamu dengar cerita yang akan aku sampaikan ini, kamu pasti tidak menyangka ada hal yang lebih buruk dari yang kamu duga. Tahu nggak, Jon tetangga sebelah kita, tadi pagi tiba-tiba jantungan dan meninggal dunia sewaktu membantu betulin jemuran di belakang rumah!”

Sang suami tertegun, tersadar akan sesuatu, lalu tiba-tiba jantungan juga …

Buka!!

Suatu ketika, di sebuah rumah terdengar percakapan sepasang manusia di balik sebuah kamar …

“Ah Beng! Copot perhiasanku!”

“Ya, Nyonya.”

“Ah Beng! Buka bajuku!!”

“Ya, Nyonya.”

“Ah Beng! Buka rokku!!”

“Ya, Nyonya.”

“Oke, Ah Beng. Sekarang buka pakaian dalamku!”

“Iya, … Nyonya.”

“Oke. Terakhir, Ah Beng … Jangan coba-coba kamu pakai perhiasan, pakaianku dan pakaian dalamku lagi! Mengerti!!!?”

Buka Jendela …

Seorang prajurit Angkatan Laut yang baru saja bertugas selama beberapa hari di sebuah kapal, telah dipecat dengan tidak hormat oleh kesatuannya, dengan tuduhan: telah berperan menenggelamkan kapal selam bersama awaknya.

Saat wartawan mewawancarainya, prajurit itu tetap mengaku tidak bersalah.

“Waktu kapal selam itu tenggelam, saya justru sedang bersiap untuk tidur!” kata prajurit tersebut.

“Lantas, apa yang Anda lakukan sebelum tidur itu?” tanya sang wartawan.

“Yaa, seperti kebiasaan di kampung. Saya selalu membuka jendela sebelum tidur, habis gerah sih!!”

Anak Buah Yang Tanggap

Seorang pimpinan perusahaan bertanya-tanya ketika melihat salah seorang karyawannya tampak duduk bengong, termenung-menung di balik mejanya. Tampaknya sang karyawan stress berat.

Si boss serta-merta memberi saran, “Tirulah aku. Selama beberapa minggu berturut-turut aku pulang lebih awal dari biasanya dan meminta istriku untuk memandikanku. Ini benar-benar membantu. Cobalah!”

Beberapa minggu kemudian, ketika sang pimpinan kembali dari luar kota, ia bertemu kembali dengan karyawannya itu, yang tampak sudah riang gembira dan bersemangat dalam bekerja.

“Hoo, kayanya saranku berhasil,” pikir sang pimpinan, yang kemudian menghampiri si karyawan dan bertanya, “Bagaimana kabarnya?”

“Benar, Boss!” jawab sang karyawan bersemangat, “Benar-benar luar biasa! Dan, ngomong-ngomong, kamar mandi Bapak keren banget!”

Kebaktian Dukacita

Di suatu gereja, kebaktian dukacita bagi seorang istri yang baru saja meninggal akhirnya usai. Beberapa orang pun diminta untuk menggotong peti jenazah itu menuju pekuburan. Namun, ketika hendak keluar dari gereja, tanpa disengaja peti jenazah itu menyenggol tembok dan jatuh terbanting dengan keras.

Para tamu terkejut dan berhamburan menuju peti jenazah itu setelah mendengar suara erangan dari dalam peti tersebut. Ternyata sang wanita masih hidup. Semua yang hadir menjadi gempar karena sang wanita hidup kembali, pemakaman pun dibatalkan dan ternyata wanita itu kembali sehat dan bisa bertahan hidup hingga sepuluh tahun kemudian.

Sepuluh tahun kemudian, sang istri meninggal lagi. Kebaktian dukacita pun berlangsung di tempat yang sama.

Saat kebaktian usai, ketika peti jenazah hendak digotong keluar gereja dan menuju pemakaman, si suami berteriak-teriak, “AWAS TEMBOK! AWAS TEMBOK!!”

Bahaya Tidur Telentang

Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh tim gabungan profesor ahli dari berbagai negara maju selama hampir dua dekade, akhirnya mereka mengumumkan hasil penelitian yang sangat mengejutkan tentang cara tidur kita semua selama ini. Menurut para peneliti ini, ternyata tidur telentang sama sekali tidak dianjurkan.

Berikut kutipannya:

Jangan sekali-kali tidur dengan posisi TELENTANG! Karena tidur TELENTANG itu bisa mengganggu kesehatan Anda. Berikut ini merupakan beberapa hasil survey yang telah dilakukan.

Orang-orang yang tidur TELENTANG akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Susah bernapas
  • Tersedak
  • Pencernaan yang terganggu
  • Yang paling fatal, bahkan dapat menyebabkan kematian!

Oleh karena itu Anda disarankan untuk menghindari tidur TELENTANG. Karena, jangankan tidur TELENTANG, TELEN BAUT saja susahnya setengah mati …

Jadi disarankan tidurnya cukup TELEN LIUR saja ya … hehehehehe … :P

Bahasa Asing

Nenek tikus sedang pergi berjalan-jalan sambil membawa tiga cucunya. Tiba-tiba ia melihat seekor kucing sedang berjalan menuju arah mereka. Dengan cepat ia menarik semua cucunya dan mengajak mereka bersembunyi di balik rerumputan yang tebal.

Sang kucing masih belum melihat mereka, masih tetap melangkah menuju tempat persembunyian mereka. Dengan suara keras sang nenek tikus pun berteriak, “Guk … guk … guk …!”

Sang kucing berhenti untuk mendengarkan.

Kembali si nenek tikus bersuara, “Guk …! Guk …!! Guk! GUK!!!”

Sang kucing akhirnya perlahan-lahan berjalan menjauhi tempat persembunyian mereka.

Sang nenek tikus berpaling dengan bangga dan berkata kepada cucu-cucunya, “Nah, kalian lihat, Cucu-cucuku tersayang. Adalah sangat berguna jika kita bisa menguasai bahasa asing …”

Barang Antik …

Manik dan Nina adalah dua sahabat karib yang sudah lama tidak berjumpa semenjak masing-masing menikah. Suatu hari ketika mereka bertemu kembali, Nina yang sedang uring-uringan pun curhat tentang suaminya yang menurutnya sudah tidak menganggap dirinya menarik.

“Aku benar-benar jengkel, semakin lama dia semakin tidak memperhatikan aku lagi!” keluh Nina yang curhat kala itu.

“Turut menyesal, Na,” kata Manik, “suamiku kok malah lain ya. Dia malah bilang aku semakin lama semakin cantik …”

“Ya terang saja!” sahut Nina yang masih jengkel, “Suamimu kan pedagang barang antik!”