Kehilangan Anjing

Suatu ketika, Bejo melihat Dodol tampak sedih dan termenung di depan rumah. Karena tidak tega melihat raut muka sedih sobat karibnya itu, Bejo pun menghampiri Dodol dan menyapanya.

“Yo, Man. Tampangmu kusut banget. Ada apa?” kata Bejo.

Dodol tersadar dari lamunannya, kemudian menyahut, “Keluarga kami kehilangan anjing, Bro. Kau tahu sendiri, itu anjing mahal pemberian kerabat. Harus cari di mana …”

“Lho, repot amat. Pasang saja pemberitahuan di surat kabar,” kata Bejo terheran-heran.

“Gimana sih,” sahut Dodol kesal, “Kau kan tahu anjing kami tidak bisa baca!”

Pertama Kali Ke Bar

Suatu hari, Dodol yang baru pertama kali pergi ke Amerika diajak oleh teman-teman bulenya ke bar.

Saat mendekati bartender, Dodol mendengar salah seorang bule berkata, “Johnnie Walker, single.”

Dan seorang bule lainnya kemudian berkata, “Jack Daniels, single.”

Ketika melihat Dodol, sang bartender pun bertanya, “And you, Sir?”

Dengan cepat Dodol pun menjawab, “Dodol, married.”

Sales vs Nyonya Rumah

Seorang salesman yang mempromosikan sebuah vacuum cleaner menuju sebuah rumah dan mengetuk pintu depan rumah itu. Tak lama kemudian pintu rumah itu dibuka oleh sang nyonya rumah.

Sebelum sang nyonya rumah sempat bicara sepatah kata pun, salesman itu langsung menghamburkan segala macam kotoran ke karpet ruang tamu. Salesman itu serta-merta mempromosikan produknya.

“Nyonya, saya yakin sekali akan kemampuan vacuum cleaner ini. Karpet ini akan bersih tuntas kembali dalam sekejap. Jika nanti masih ada kotoran yang tertinggal di karpet Anda, saya bersedia memakannya,” kata sang salesman dengan menggebu-gebu.

“Kalau begitu,” kata sang nyonya rumah, “Mulailah memakannya. Rumah ini belum punya listrik.”

Sales vs Petani

Suatu ketika, seorang sales sedang mencoba membujuk seorang petani tua untuk membeli sebuah sepeda. Sang petani menolak mentah-mentah, tetapi ternyata sales itu tidak mudah menyerah.

Petani: “Heh, daripada beli sepeda, mendingan uangku aku habiskan untuk memelihara sapi.”

Sales: “Ah … Tapi coba Bapak pikir. Bapak akan terlihat sangat bodoh jika bepergian dengan mengendarai seekor sapi.”

Sang petani langsung marah-marah dan menjawab:
“Apa tidak terlihat lebih bodoh lagi, jika orang-orang melihat aku memerah sebuah sepeda???”

Bubur Ayam Pembawa Nikmat

Seorang pelanggan bubur ayam sedang menikmati makanan yang dipesannya itu, dan mendapatkan sebuah sekrup dalam buburnya. Tetapi barangkali karena bubur itu memang enak, ia tidak terlalu mempermasalahkan sekrup itu, jadi ia hanya menyingkirkan sekrup tadi dari mangkuknya, dan melanjutkan makannya.

Hari berikutnya, ia datang lagi dan memesan bubur ayam. Benar-benar sial, tidak disangka hari itu ia malah mendapatkan sebuah paku kecil dalam mangkuk buburnya. Namun, berhubung sudah lapar, akhirnya ia hanya menyingkirkan paku kecil itu dari buburnya dan melanjutkan makannya.

Bertahun-tahun berlalu, ia masih tetap berlangganan bubur ayam itu walaupun ia betul-betul sering mendapatkan benda-benda keras dalam bubur yang dipesannya.

Pada suatu hari, terjadi obrolan antara dirinya dan sang pedagang bubur itu.

Pedagang bubur: “Kelihatannya Anda suka sekali dengan bubur ayam saya ini. Enak ya?”

Pelanggan: “Sebenarnya sih ga juga. Tapi gara-gara bubur ayam Bapak ini, sekarang saya sudah punya toko bangunan.”

Kentut: Baik atau Buruk?

Suatu ketika, Bejo yang sudah tidak bisa menahan mulesnya, langsung melepaskan kentutnya begitu saja. Sementara itu, Ngebul yang sedang asyik tidur, langsung terbangun oleh suara kentut dan bau busuk yang tidak tanggung-tanggung itu.

Alhasil, Ngebul pun kesal bukan main.

Ngebul: “Hooyy, yang bener aja dong. Masa sih pake kentut segala!!”

Bejo: (pasang tampang tidak bersalah) “Mau tanya. Kentut itu baik atau buruk?”

Ngebul: “Ya jelas buruk lah!!!”

Bejo: (merasa tidak bersalah) “Makanya, karena buruk gue buang.”

Ngebul: (sambil merutuk) “Oh, gitu. Kalo semisal kentut itu baik??”

Bejo: (masih merasa tidak bersalah) “Dengan demikian memang harus dibagi ama elo.”

Ngebul hanya bisa menyumpah-nyumpah mendengar jawaban tadi.

Makan Siang Gratis

Suatu ketika, Min-min sedang menyiapkan makan siang di belakang rumah kost putri. Ternyata Bejo – yang tinggal di rumah kost putra – kebetulan sedang kelaparan dan sudah mengintip sedari tadi.

Min-min: “Harusnya enak nih makan siangnya. Karena ini pas ultah, makanan harus spesial juga nih. Kalau cuma nasi putih pake ikan bandeng kayanya masih kurang deh, nambah apa lagi ya …”

Min-min pun kembali ke dapur untuk menambah lauk.

Bejo: (dalam hati) “Kayanya enak nih. Kantong lagi cekak. Moga-moga makan siangnya bisa gue embat!”

Min-min kembali lagi ke belakang rumah kost.

Min-min: “Nah, sekarang udah lengkap. Ikan bandeng, tenggiri, tempe goreng. Enaknya … Eits, ada yang kelupaan.”

Min-min kembali lagi ke dapur.

Sementara itu, Bejo langsung melesat dan menyambar pergi makanan yang ditinggalkan Min-min begitu saja. Bejo pun langsung kabur kembali ke rumah kost putra yang hanya bersebelahan dengan kost putri itu, dan melahap makan siang gratis yang sudah berada di tangannya itu.

Bejo: (dalam hati) “Hehehe … akhirnya dapat makan siang gratis.”

Tak lama kemudian, Min-min sudah kembali ke belakang rumah kost putri tempat ia meninggalkan makan siang tadi sambil meneriakkan nama kucing kesayangannya.

Min-min: “Puss, pusss, ayo sini! Hari ini kan kamu ulang tahun, aku sudah menyiapkan makanan lezat dan spesial buat kamu nih!”

Tetapi akhirnya Min-min sadar bahwa makanan tadi tiba-tiba sudah tidak ada.

Min-min: “Lho. Mana makanannya?? Kok ilang? Aduh Pus maaf ya makan siangmu ilang. Kamu ga jadi maem dong … Padahal itu enak lho. Ikan bandengnya sisa 2 hari yang lalu, tenggirinya sisaan kemarin pagi. Dan tempenya … itu kan tempe kesukaan kamu, Pus, tempe busuk. Semoga yang mencuri makananmu tidak keracunan ya …”

Sementara itu, Bejo yang mendengar kalimat tadi langsung kabur ke kamar mandi untuk memuntahkan kembali makanan yang sudah keburu dihabiskannya.

Tukang Becak Bolot

Beginilah ketika seorang bolot menjadi tukang becak, dan bertemu seorang turis mancanegara.

Turis: “Come here! Come here!!”

Tukang becak: “Hah?! GAMBIR??”

Turis: “WHAT?!”

Tukang becak: “Kuat kok!”

Turis: “Let’s go!”

Tukang becak: “Hah?! CENGGO?! Enak aja! Emang becaknya bapak lo, cuma CENGGO!”

Tidur vs Bantal

Tahukah Anda bahwa seseorang dapat dikenali melalui caranya menggunakan bantal sewaktu tidur? Benar tidaknya masih harus diselidiki. Tetapi berikut merupakan analisanya.

  1. Memeluk Bantal
    Yang suka memeluk bantal biasanya berjiwa seni. Orang tipe ini mempunyai penghargaan tinggi terhadap karya seni, seperti lukisan, musik, sastra. Perasaan orang bertipe ini halus dan punya jiwa romantis. Kadangkala ada pula yang bisa membaca peristiwa yang akan terjadi, melalui mimpi.
    Orang bertipe ini juga prihatin terhadap kesusilaan.
  2. Menggunakan Banyak Bantal
    Yang satu ini biasanya kurang keyakinan. Dalam hidup keseharian, biasanya memerlukan banyak pendamping. Orang tipe ini jarang membuat keputusan sendiri, sebaliknya ingin mendapatkan pandangan orang lain.
  3. Tidur Dengan Satu Bantal
    Yang satu ini bukan jenis mengada-ada dan boleh menerima keadaan seadanya. Orang tipe satu ini juga membuat keputusan berdasarkan pikiran dan bukan nafsu semata-mata.
  4. Meletakkan Bantal Di Bawah Kaki
    Yang satu ini punya sifat yang kurang baik. Kebanyakan jarang bergaul dengan orang ramai, malah kaku dalam pergaulan. Bisa jadi ini menyebabkan orang bersangkutan cenderung bersifat egois, juga gemar menempuh jalan pintas untuk mencapai cita-cita, dan tidak mau berusaha.
  5. Tidur Tanpa Bantal
    Punya sifat percaya diri yang sangat tinggi. Kadangkala sifat percaya diri yang berlebih ini akan membawa kepada sifat ego.
  6. Tidur Di Bawah Bantal
    [Jika belum, maka akan] Pernah mengalami gejala gangguan pernapasan.
  7. Tidur Sambil Gigit Bantal
    Jika bukan sedang kelaparan, kemungkinan ia sedang pelampiasan terhadap suatu hal …
  8. Tidur Sambil Lempar Bantal
    Jika bukan karena kesurupan, mungkin karena keseringan nonton acara Penampakan …
  9. Nemu Bantal
    Beruntung banget loe …
  10. Tidak Punya Bantal
    Kesian deh loe …

Semuanya Sakit

Pada suatu siang, ketika sedang jam istirahat, seorang dokter tiba-tiba saja didatangi oleh seorang pasien yang menangis tersedu-sedu sambil berkata bahwa dia tidak ingin mati.

Karena merasa iba, akhirnya sang dokter merelakan waktu istirahatnya untuk memeriksa sang pasien.

Dokter itu pun berkata, “Coba ceritakan masalah Anda.”

Dengan menangis sesunggukan, sang pasien pun menjawab, “Dokter, setiap saya menyentuh bagian tubuh saya, yang mana saja, pasti saya merasa sakit. Coba lihat ini, Dokter!”

Kemudian sang pasien menyentuh bagian kepalanya dengan tangannya, lalu berteriak kesakitan. Sang pasien beralih menyentuh bagian dadanya dengan tangannya, kemudian berteriak kesakitan lagi. Terus seperti itu, ketika ia menyentuh bagian tubuh lainnya dengan tangannya, ia kembali berteriak kesakitan.

Pasien itu kembali berbicara, “Lihat kan Dokter, saya sekarat …”

Sang dokter tersenyum-senyum lalu berkata, “Jari tangan kamu patah.”