Ketika Einstein dan Mr. Bean Taruhan

Suatu ketika, Einstein dan Mr. Bean duduk bersebelahan di dalam suatu pesawat terbang. Karena penerbangan memakan waktu yang cukup lama, akhirnya Einstein merasa bosan, lalu melirik ke sampingnya dan melihat Mr. Bean yang sedang terkantuk-kantuk.

Akhirnya Einstein mengajak Mr. Bean untuk mengobrol.

Einstein: “Bagaimana kalau kita tukaran tanya-jawab sambil taruhan? Saya akan mengajukan satu pertanyaan kepada Anda. Jika Anda tidak tahu jawabannya, maka Anda bayar saya $5. Tetapi saat Anda yang mengajukan pertanyaan, jika saya tidak tahu jawabannya, saya akan membayar Anda $500.”

Mr. Bean: (sembari menguap) “Boleh-boleh saja.”

Setelah diundi, Einstein mendapat giliran pertama untuk bertanya.

Einstein: “Berapa jarak Bumi ke Bulan?”

Mr. Bean tidak mengucapkan sepatah kata pun, langsung merogoh saku dan mengeluarkan $5 untuk diserahkan kepada Einstein.

Einstein: “Oke, giliran Anda yang memberi pertanyaan sekarang.”

Mr. Bean: “Apakah yang naik ke atas bukit dengan 3 kaki, tetapi kemudian akan menuruni bukit dengan 4 kaki?”

Einstein berpikir keras dan tidak mengetahui jawabannya, tetapi ia tidak menyerah begitu saja, ia masih berjuang dengan melakukan pencarian di internet, mengajukan pertanyaan ke forum-forum online untuk mencari informasi dari teman-temannya yang cerdas di seluruh dunia. Sementara Einstein mengetik-ngetik dengan laptopnya, Mr. Bean mengambil kesempatan itu untuk tidur.

Setelah satu jam lelah mencari, akhirnya Einstein menyerah. Mr. Bean yang sedang ngorok itu pun dibangunkannya. Lalu Einstein memberikan uang $500 kepada Mr. Bean.

Tanpa banyak bicara, Mr. Bean langsung mengantongi uang dari Einstein, kemudian kembali memejamkan matanya.

Einstein yang masih penasaran pun menepuk bahu Mr. Bean.

Einstein: “Tunggu dulu, Anda masih belum memberitahu saya. Jadi apa yang naik ke atas bukit dengan 3 kaki, lalu turun dengan 4 kaki itu?”

Mr. Bean tidak mengatakan apa-apa, hanya merogoh saku dan memberikan Einstein $5, kemudian kembali meneruskan tidurnya.

Surat Putus Cinta Dalam Bahasa … Inggris

Juminten bermaksud memutuskan hubungan dengan kekasihnya Tommy, seorang bule Amerika. Karena tidak sanggup untuk bertemu muka, akhirnya ia memutuskan untuk menulis surat saja.

To Tommy,
(Kepada Tommy,)

I write this letter is to give know you something
(saya menulis surat ini untuk memberi tahu kamu sesuatu)

I want to cut connection us
(saya ingin memutuskan hubungan kita)

I have think about this very cook-cook
(saya telah memikirkan ini masak-masak)

I know I clap one hand only
(saya tahu saya hanya bertepuk sebelah tangan)

Correctly, I have seen you together women other at town with my eyes head myself
(Sebenarnya, saya pernah melihat kamu bersama perempuan lain di kota dengan mata kepala saya sendiri)

you always ask for apology back-back
(kamu selalu minta maaf berulang-ulang)

but I don’t trust you again!!
(tapi saya tidak percaya kamu lagi!!)

You are correct-correct crocodile land!!!
(Kamu benar-benar buaya darat!!!)

My friend speak you play with fire.
(Teman saya bilang kamu bermain api.)

Now I know you correct-correct play with fire.
(Sekarang saya tahu kamu benar-benar bermain api.)

So, I break connection to pull my body from this love triangle.
(Jadi, saya putuskan saja hubungan untuk menarik diri dari cinta segitiga ini.)

I know, this breaking I pick is very correct, because you love she far high from me.
(Saya tahu, keputusan yang saya ambil ini sangat benar, karena kamu mencintai dia jauh lebih tinggi dari saya.)

So, I break off to go far from here.
(Jadi saya putuskan untuk pergi dari sini.)

I have been crying until no more eye water, thinking about you.
(Saya menangis sampai tidak ada lagi air mata, memikirkan kamu.)

I don’t want fall with banana two times.
(Saya tidak mau terpleset untuk kedua kalinya.)

Safe walk …
(Selamat jalan …)

Full love.
(Penuh cinta.)

Juminten.

Cara Memasarkan Sikat Gigi

Seorang direktur perusahaan sikat gigi sedang beres-beres untuk mengantisipasi liburan akhir pekan, ketika tiba-tiba sekretarisnya mengetuk pintu untuk memberitahukannya, “Ada seorang pria ingin menjumpai Anda, Pak, katanya dia berada di sini untuk posisi sales.”

Kesal dengan interupsi itu, sang direktur memerintahkan sekretarisnya untuk menyuruh pria itu masuk.

Akhirnya, masuklah seorang pria yang berpenampilan benar-benar di bawah pas-pasan.

“Saya berada di sini untuk pekerjaan itu,” katanya.

“Oke,” kata sang direktur, “Anda punya waktu percobaan satu minggu. Ambil semua sikat gigi yang di depan ruangan.” Lalu sang direktur pergi tanpa banyak bicara lagi.

Seminggu kemudian, pria yang penampilannya di bawah rata-rata itu kembali muncul.

“Nah, bagaimana?” tanya sang CEO.

“Uhm, tidak begitu bagus, Pak. Saya cuma berhasil menjual 5 sikat gigi. Tapi mohon berikan saya satu minggu lagi! Saya akan melakukannya dengan lebih baik lagi dan akan menjadi salesman terbaik di perusahaan Anda!”

Sang CEO menyahut, “Oke. Pergilah, dan juallah sikat giginya.”

Minggu berikutnya, pria itu kembali muncul di kantor dan mengumumkan, “Saya sudah menjual 5,000 sikat gigi!”

“Hah!? Bagaimana Anda bisa melakukannya?” seru sang CEO kaget.

“Cukup sederhana, Pak. Saya pergi ke bandara, dan saya mempersiapkan satu meja untuk orang-orang yang turun dari pesawat. Saya menyediakan semangkuk kripik kentang di ujung sini, sikat gigi di tengah, dan saosnya di ujung satunya lagi. Mereka akan mengambil satu kripik, berjalan melewati sikat gigi, dan mencelupkan kripik itu ke saos makanan. Lalu saya akan bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana rasa saosnya?’ Mereka akan berkata, ‘Rasanya seperti TINJA!’ Dan saya akan berkata, ‘Memang iya! Mau membeli sikat gigi?'”

Isian Formulir Lamaran Kerja

Suatu ketika, Ah Beng melamar kerja pada sebuah restoran siap saji. Dengan pengetahuan kosakata yang pas-pasan, ia pun mengisi formulir lamaran kerja yang kolomnya tertulis dalam bahasa Inggris itu.

NAME: Ah Beng
(NAMA: Ah Beng)

SEX: Not yet, still waiting for the right person.
(JENIS KELAMIN / SEX: Belum, masih menunggu orang yang tepat.)

(isian masih berlanjut)

SIGN HERE: Virgo.
(TANDA TANGAN DI SINI: Virgo.)

Pertanyaan Terakhir Seorang Ayah

Sepasang suami-istri memiliki empat orang anak laki-laki. Hal yang aneh adalah bahwa ketiga putra pertama mereka memiliki rambut merah, kulit yang cerah, dan berperawakan tinggi, sedangkan putra bungsu mereka memiliki rambut berwarna gelap, mata berwarna gelap, dan pendek.

Saat suami-istri ini sudah tua, dan putra mereka sudah dewasa semua, sang ayah mulai sakit-sakitan dari waktu ke waktu. Akhirnya pada suatu hari, ia berbaring di ranjang menjelang saat-saat terakhirnya, dan ia berpaling kepada istrinya dan berkata, “Sayangku, sebelum aku meninggal, tolong jujurlah sepenuhnya kepadaku – apakah putra bungsu kita itu adalah anakku?”

Jawab sang istri, “Aku bersumpah demi segala yang suci bahwa dia adalah putramu.”

Dengan jawaban itu, sang suami pun meninggal dunia.

Sang istri kemudian menggumam di dalam hatinya, “Syukurlah dia tadi tidak bertanya tentang tiga anak lainnya …”

Jawaban Antrian di Alam Baka

Suatu ketika, ada tiga orang pria yang meninggal pada hari yang bersamaan. Karena semua arwah yang datang harus didata, termasuk kejadian yang membuat mereka meninggal, akhirnya sang penjaga alam baka mendapat tugas baru yakni menanyai mereka satu per satu.

Sang penjaga alam baka berkata kepada pria pertama, “Nah, beritahukan kepada saya bagaimana kejadian Anda sampai meninggal.”
Continue reading →

Ketika Pengacara Matre Ditabrak …

Seorang pengacara matre yang sangat sukses menghentikan mobil mewah terbarunya di depan kantornya, bersiap-siap untuk memamerkan mobil itu kepada rekan-rekannya. Saat dia baru keluar dari mobilnya, sebuah truk besar tiba-tiba lewat. Malang tak dapat dihindari, pintu mobil itu langsung terhantam hingga lepas.

Sang pengacara langsung berteriak histeris dan menelepon polisi, yang dalam hitungan menit sudah langsung mendatangi TKP.

Sebelum petugas itu punya kesempatan untuk bertanya, sang pengacara sudah langsung menjerit-jerit histeris. Mobil mewahnya yang baru diterimanya sehari sebelumnya, sekarang betul-betul hancur, dan tidak peduli sejago apapun sang montir yang akan memperbaikinya, mobil itu tidak akan pernah sama seperti semula lagi.

Ketika sang pengacara akhirnya menyelesaikan segala caci makinya, sang petugas polisi menggeleng-gelengkan kepala dalam rasa jijik dan tidak percaya.

“Saya benar-benar tidak habis pikir, Anda ini begitu materialistis,” kata sang petugas, “begitu fokusnya pada barang milik Anda, sampai-sampai Anda tidak menyadari hal lain.”

“Bagaimana bisa-bisanya Bapak mengatakan hal semacam itu?” tanya sang pengacara dengan jengkel.

Sahut sang petugas polisi, “Anda sadar tidak sih, kalau lengan kiri Anda itu juga sudah tidak ada dari sikut ke bawah? Pasti putus saat truk tadi menghantam Anda.”

“Ya Tuhan!” jerit sang pengacara, “JAM ROLEX-KU!!!!”

Urusan Amal Seorang Pengacara

Seseorang yang bekerja pada suatu yayasan amal mengenal baik seorang pengacara. Pada suatu hari sang pekerja menyadari bahwa sang pengacara belum pernah menyumbang ke yayasan amal, padahal dia merupakan salah satu pengacara paling top dan sukses di kota itu. Maka ia pun tergerak untuk mengetuk hati sang pengacara.

Pekerja yayasan: “Bro, menurut riset, penghasilanmu setahun setidaknya pasti ratusan ribu dolar, tapi tidak pernah sekalipun menyumbang untuk amal. Tidak terpikirkan untuk berkontribusi walaupun sedikit saja?”

Pengacara: (merenung sejenak dan menyahut) “Pertama-tama, apa riset itu juga menunjukkan bahwa ibuku sekarat setelah sakit berkepanjangan, dan punya tagihan biaya berobat yang nilainya beberapa kali lipat penghasilan tahunannya?”

Pekerja yayasan: (merasa tak enak hati) “Uhm, tidak sih.”

Pengacara: (langsung memotong) “Atau bahwa abangku, salah satu veteran perang, sekarang buta dan cuma bisa duduk di kursi roda saja?”

Sang pekerja yayasan mulai merasa semakin tidak enak hati.

Pengacara: (menyambung lagi dengan nada tinggi) “Atau bahwa saudara iparku telah mengalami kecelakaan, meninggalkan saudariku dan tiga orang anak mereka tanpa satu sen pun??”

Pekerja: (merasa bersalah) “Maaf aku tidak tahu soal itu …”

Pengacara: “Jadi, kalau kepada mereka saja aku tidak memberikan uang, kenapa harus memberikannya kepada yayasanmu??”

Hidup Ini [Terasa] Datar dan Begitu-begitu Saja?

Pernahkah Anda merasakan hal-hal seperti ini, atau mungkin ikut menyuarakannya di dalam batin Anda?

  • Hidup ini terlalu datar …
  • Jenuh …
  • Bawaan malas banget. Terlalu monoton sih.
  • Kehilangan minat.
  • Hidup ini membosankan.
  • Tidak ada hal yang baru. Lagi-lagi begitu.
  • Habis ini mau ngapain ya?
  • Gak ada kerjaan. Bingung.
  • Kok hidup cuma gini-gini aja ya?
  • Tidak ada hal-hal yang menarik di sekitar.
  • Kenapa hidup ini seperti gak ada artinya?

Continue reading →

Mendingan Punya Istri atau Simpanan?

Seorang dokter, seorang pengacara dan seorang manajer sedang membahas tentang kepatutan untuk memiliki seorang istri atau seorang simpanan saja.

Pengacara: “Tentunya seorang simpanan itu lebih baik. Kalau punya istri dan ingin bercerai, nanti pusing soal masalah-masalah aturan dan hukum.”

Dokter: “Lebih baik punya istri saja, karena perasaan aman itu menurunkan tingkat stres dan itu baik bagi kesehatan.”

Manajer: “Kalian berdua salah. Yang paling baik adalah memiliki kedua-duanya. Si istri menyangka kita sedang bersama simpanan, dan si simpanan juga menganggap kita sedang bersama istri. Kalau sudah begitu, kita tinggal pergi saja ke kantor dan bisa mengurus pekerjaan kita dengan konsentrasi penuh!”