Menguping Percakapan Para Gajah

Pada suatu hari, di Taman Safari suatu negara terjadi percakapan antara bapak gajah dan anak gajah. Berikut merupakan petikan percakapan yang sempat didengar oleh seorang pengunjung yang kebetulan mengerti bahasa gajah.

Bapak: “Nak, tahukah kamu, ibumu itu sangat cantik. Bapak dulu sampai harus berusaha dengan susah payah untuk merebut hatinya, karena dia selalu jual mahal.”

Anak: “Ooh, terus aku cantik juga gak, Yah?”

Bapak: “Ya, iya dong, kamu mirip ibumu. Lalu Nak, apa yang akan kamu lakukan, gadis kecilku, ketika kamu sudah sebesar ibumu?”

Anak: “Diet, Yah.”

Oleh-oleh

Seorang pria berencana akan pulang kampung pada lebaran mendatang. Sebelum berangkat, ia menelepon para kerabatnya dan mulai menanyakan oleh-oleh yang diinginkan mereka.

Abang: “Dinda, Abang berencana pulang. Kamu minta oleh-oleh apa?”
Dinda: “Sekarang udah zaman modern, aku minta hp dong, Bang.”
Abang: “Baguslah, permintaanmu itu akan Abang bawakan.”

Abang: “Oi, Pepi, kamu minta apa sebagai oleh-oleh pas aku pulang nanti?”
Pepi: “Minta kacamata aja, biar kaya artis-artis di TV itu lho.”
Abang: “Ok, tenang aja. Ntar Abang bawakan.”

Abang: “Udin, kamu minta dibawakan apa sebagai oleh-oleh?”
Udin: “Minta dompet kulit asli, Bang. Di sini tiruan semua sih …”
Abang: “Gampang, nanti Abang bawakan.”

Abang: “Cok, mau dibawakan apa sebagai oleh-oleh nanti?”
Ucok: “Kebetulan, Bang. Ucok lagi butuh ikat pinggang. Abang bawakan aku ikat pinggang sajalah.”
Abang: “Bah, susah ‘kali permintaanmu itu. Kalau hp, kacamata, dompet, mudah itu kudapatkan. Tapi ikat pinggang, susah ‘kali kudapatkan, kar’na susah ‘kali kutarik itu dari pinggang orang … nanti aku ketahuan.”

Tips mudik ala Cak Lontong.
Tips mudik ala Cak Lontong. Source: lucumeme.com

Saking Pelitnya

Seorang bapak yang terkenal pelitnya, diajak oleh anak kesayangannya untuk naik helikopter. Tadinya sang bapak tidak setuju karena harus bayar, tapi berhubung sayang anak, akhirnya ia pun setuju.

Setelah naik heli yang akan membawa mereka terbang, sang pilot berkata, “Naik bayar US$ 100. Tapi awas jangan bicara di atas, nanti didenda US$ 500. Tapi kalau Anda tidak bicara sepatah katapun, akan saya kasih US$ 1000.”

Setelah sepakat dengan perjanjian seperti itu, heli pun diterbangkan oleh sang pilot sembari bermanuver dan jungkir balik di udara. Setelah jatah waktu usai, heli pun mendarat kembali dan sang pilot berkata kepada si bapak pelit tadi, “Wah, Bapak hebat. Dari tadi tidak berbicara sepatah katapun.”

Sang bapak pun akhirnya berbicara, “Tadinya saya mau bicara, tapi takut didenda.”

“Anda mau bilang apa tadi?” tanya sang pilot.

Sahut sang bapak pelit itu, “Anak saya jatuh.”

Kenapa sih King Kong???

Pernah ga bertanya-tanya, kenapa “King Kong” digunakan sebagai nama Kera atau Monyet Raksasa? Kenapa bukannya Great Ape, King Monkey, Giant Ape, Giant Monkey atau yang lainnya?

Setelah ditelusuri, ternyata ahli bahasa mengatakan bahwa kata “King Kong” berasal dari bahasa Inggris dan bahasa Latin, yang artinya “Raja Monyet”. “King” dalam bahasa Inggris artinya Raja. “Kong” dalam bahasa Latin artinya monyet.

Lalu ada kata apa lagi yang terkait dengan “Kong”?

  • “Kong Guan”, yang entah apa betul artinya “Biskuit Monyet”. Harus ditanyakan kepada pakarnya.
  • “Ngong Kong” artinya “Monyet Jongkok”.
    “Ngong” dalam bahasa sanskerta artinya duduk atau jongkok.
  • “Kong Kali Kong” artinya “Banyak Monyet”.
    Buktinya “Monyet x Monyet = Banyak Monyet” toh? :)
  • “Kong Res”, konon artinya “Monyet Ngumpul”.
    Karena “Res” dari bahasa Inggris yang merupakan singkatan dari residu atau sisa yang terkumpul.
  • “Kong Kow” artinya “Monyet Gaul”.
    Konon kata “Kow” berasal dari bahasa Cina informal yang artinya main, bergaul atau ngumpul.
  • “Eng Kong”, yang artinya “Mbahnya Monyet”.

Tukang Sampah, Pahlawan Lingkungan yang Terlupakan

Dalam beraktivitas setiap harinya, sadar atau tidak, pasti akan menghasilkan sampah yang merupakan sisa dari kegiatan sehari-hari kita. Coba saja tengok di rumah kita masing-masing, pernahkah tempat sampah di rumah kita kosong seharian penuh?
Coba diingat-ingat kembali, tempat sampah itu akan selalu terisi dan kemudian isinya kita keluarkan lagi dari rumah kita, untuk diangkut lagi oleh tukang sampah, entah dengan gerobak sampah ataupun truk pengangkut sampah, yang kemudian mengantarkan sampah-sampah kita dan tetangga sekitar ke tempat pembuangan akhir.

Mungkin pikiran seperti ini akan ada di dalam benak sebagian orang, “So what gitu loh?”
Continue reading →

Gara-gara Masakan

Nani dan Dina, dua orang sahabat lama, akhirnya saling berbagi cerita saat mereka bertemu pada suatu reuni kelompok. Masing-masing menceritakan tentang masa lalunya. Dina yang sudah menjanda mendapat giliran awal untuk bercerita.

Kata Dina, “Gara-gara masakanku, suamiku pergi meninggalkan aku. Akhirnya karena itulah aku menjanda.”

“Apa??” Nani merespon dengan perasaan shock dan prihatin, “Cuma gara-gara masakanmu ga enak sampai diceraikan suamimu??? Aduh, Dina … aku memang merasa masakanmu agak parah waktu dulu-dulu, tetapi apa sampai segitunya. Keterlaluan juga suamimu.”

“Bukan,” sahut Dina, “dia meninggal setelah makan masakanku …”

Panggilan Darurat Pesawat

Sebuah pesawat besar sedang mengalami gangguan mesin yang serius saat penerbangannya. Dengan sigap sang pilot pun menyiarkan panggilan S.O.S melalui radio.

“May day, may day, may day …!!!” seru sang pilot melalui panggilan radionya.

Tak lama kemudian terdengar sahutan dari menara pengawas.

“Pesan Anda tertangkap jelas,” kata sang petugas dek menara pengawas, “Harap segera beritahukan tinggi dan posisi Anda!”

Sang pilot menyahut, “Ya! Baik! Saya satu meter delapan puluh senti, dan saya duduk di kursi yang paling depan!”

Buah yang Jatuhnya Benar-benar Tak Jauh Dari Pohonnya

Ada kalimat terkenal “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.” sehingga sebagai orang tua, sebaiknya berhati-hati dalam hidup sehari-hari, karena kecenderungan anak akan mengikuti “teladan” orang tuanya.

Kisah berikut ini mungkin lebih tepat disebut sebagai buah yang jatuhnya benar-benar tak jauh dari pohonnya. Tidak untuk dicontoh, tidak untuk ditiru, berhubung ini bukan teladan. :9
Continue reading →

Curigation

Konon, katanya kecurigaan kaum wanita terhadap suaminya bisa berlebihan. Entah benar atau tidak, bisa jadi kecurigaan sudah terjadi pada masa generasi pertama.

Soalnya, konon sih katanya, ada suatu hari ketika Adam pulang agak malam, Hawa menjadi kesal dan menaruh curiga.

Hawa: “Kau ini pergi jalan-jalan dengan wanita lain ya??”
Adam: “Kamu ini kelewatan, mana ada lagi wanita di dunia ini selain kamu.”

Waktu berlalu, karena kecapaian, akhirnya Adam pun tertidur pulas. Sedang asyik-asyiknya bermimpi, tahu-tahu ia tersentak bangun setelah merasakan ada yang meraba-raba perutnya. Ternyata itu adalah Hawa.

Adam: “Kamu lagi ngapain, sih?”
Hawa: “Aku lagi ngitungin tulang rusukmu, apakah masih lengkap.”

Ketika Profesor Pikun Naik Kereta

Seorang profesor tua yang sudah mulai pikun, tampak sedang kebingungan di dalam sebuah kereta express lintas antar negara. Ketika akhirnya sang petugas mulai menagih karcis para penumpang, semakin paniklah sang profesor menggeledah tas dan kantongnya sendiri.

Berhubung tidak menemukan karcisnya, yang entah memang terjatuh atau kelupaan dibeli akibat pikunnya yang kumat, sang profesor mulai menunjukkan raut wajah teramat cemas.

Sang petugas yang merasa tidak tega terhadap profesor pun berkata, “Sudah, tidak apa-apa, Pak. Karcisnya menyusul saja saat tiba di tempat tujuan.”

Sang profesor yang makin panik itu pun menyahut, “Bukan cuma itu masalahnya. Karcisnya tidak ada, saya jadi lupa sebenarnya saya mau ke mana, karena pengingat saya satu-satunya adalah nama tempat tujuan yang tertera di lembaran karcisnya!”